Mana yang Lebih Baik Membeli atau Menyewa Rumah?

Ada kalanya kita merasa bingung memilih mana yang lebih baik membeli atau menyewa rumah.

Namun pada dasarnya semua itu kembali tergantung pada diri kita sendiri, mana yang lebih siap.

Berikut hasil wawancara tim Spotlightondecor.com dengan Salah satu agen properti di Jakarta Barat.

  • T = Tanya.
    J = Jawab.
beli vs sewa rumah

Pilih mana: Ngontrak bulanan atau Beli Rumah?

T : Pilihan mana yang paling tepat, apakah sebaiknya membeli atau menyewa rumah?

J : Membeli atau menyewa rumah semuanya sama-sama baik, tergantung sudut pandang dan juga tergantung dari tingkat kebutuhan Anda saat ini.
T : Maksudnya bagaimana?
J : Ada beberapa hal yang harus Anda lihat sebelum menentukan pilihan akan membeli atau menyewa rumah ;

Perhatikan Budget

Hal yang harus Anda perhatikan pertama kali adalah budget. Berapa budget yang Anda miliki saat ini. Jika memang cukup untuk menyewa sebuah rumah maka sebaiknya tunda dahulu impian untuk membeli rumah. Jika budget yang Anda miliki saat ini cukup untuk membeli sebuah rumah, tentunya Anda tidak perlu menyewa.

Perhatikan kebutuhan

cari rumah dijual
Hal kedua yang perlu Anda perhatikan adalah tingkat kebutuhan Anda saat ini. Jika Anda hidup seorang diri atau sebagai pasangan tentunya tidak masalah jika menyewa sebuah rumah. Namun jika Anda sudah berkeluarga dan memiliki anak terutama lebih dari satu, sebaiknya mulai memilikirkan untuk membeli properti perumahan.

Perhatikan kemampuan finansial Anda

Hal ketiga yang perlu Anda perhatikan adalah kemampuan finansial. Berapa kisaran pendapatan yang Anda miliki setiap bulan. Jika memang lebih dari 3 juta, mungkin ada baiknya jika mulai memikirkan untuk membeli sebuah rumah yang dijual. Saat ini ada banyak sekali program KPR yang memberikan keringanan bagi para pegawai atau para wiraswasta. Namun jika Anda mempunyai pendapatan kurang dari 3 juta sebaiknya mulailah dengan menyewa rumah terlebih dahulu, atau Anda dapat mengajukan rumah subsidi dari pemerintah.
Dengan begitu maka Anda dapat memilih mana pilihan yang paling dianggap tepat bagi Anda.

T: Bagaimana cara membeli rumah yang baik?

J: Jika Anda ingin membeli rumah ada 2 cara yaitu menggunakan kredit dari KPR atau menggunakan bantuan dari pemerintah. Semua itu kembali tergantung dari berapa pendapatan yang Anda dapatkan setiap bulan. Jika Anda mempunyai pendapatan lebih dari 3 juta per bulan, maka Anda dapat mengajukan permohonan KPR pada pihak bank. Namun jika Anda mempunyai pendapatan kurang dari 3 juta per bulan, sebaiknya mengajukan kredit perumahan dengan bantuan dari pemerintah.

T: Bagaimana cara menyewa yang baik?

J: Cara menyewa tentu tidak ada peraturan khusus. yang perlu Anda ketahui adalah cari rumah yang baik dan juga nyaman, baik dari segi bangunan dan juga berbagai macam fasilitas lainnya, agar Anda merasa nyaman tinggal di rumah tersebut.

T: Apakah membeli rumah dengan sistem KPR atau subsidi dari pemerintah tergolong aman?

J: Tentu saja aman. Menggunakan sistem KPR atau bantuan dari pemerintah, tidak terlalu rumit. Untuk KPR Anda hanya perlu mengajukan pada pihak bank, rumah mana yang ingin Anda miliki, dan selanjutnya pihak Bank akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar kesanggupan Anda membayar cicilan rumah.
Jika Anda akan mengajukan kredit perumahan pada pemerintah, tentunya Anda harus mempunyai pendapatan maksimal 3 juta, dan kemudian Anda harus tinggal di perumahan yang diberikan oleh pemerintah tersebut selama minimal 5 tahun.
T: Dengan demikian maka tidak ada masalah ketika kita akan membeli atau menyewa rumah, yang penting adalah budget dan kesanggupan kita membayar rumah atau menyewa rumah.
J: Betul sekali.
T: Terima kasih atas penjelasanya, tentang membeli atau menyewa rumah ini.
J: Kembali, semoga informasi yang saya berikan bermanfaat.

7 Tips Bernegosiasi dengan Penjual Rumah

Tips bernegosiasi dengan penjual rumah atau agen properti perlu Anda ketahui informasinya. Hal itu dikarenakan seorang penjual rumah pasti akan menawarkan sebuah rumah dengan harga selangit. Dengan begitu, dirinya akan mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, minimal Anda sebagai calon pembeli harus mengetahui berapa sebenarnya harga pasaran rumah dengan model dan tiper tertentu. Pasalnya, tiap tahun dipastikan produk properti yang bisa berbentuk tanah, rumah, apartemen, atau bangunan yang lain akan berubah nilai atau harga jualnya. Bisa naik atau turun tergantung dari nilai produk properti yang bersangkutan. Sementara itu, Suoriyadi Amir dalam bukunya “Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal” menuliskan beberapa tips bernegosiasi dengan penjual rumah. Apa saja tips yang diberikan? Berikut informasi yang bisa dirangkum untuk Anda.

Mengetahui harga pasar

Survei Harga Rumah

Untuk mengetahui cocok tidaknya harga sebuah rumah yang ditawarkan oleh seorang penjual atau agen properti, sebaiknya Anda mengetahui harga pasaran rumah tersebut. Tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi rumah, tipe, serta lokasi rumah tersebut akan dibeli. Dengan begitu, Anda bisa memperhitungkan dan memperkirakan harga rumah yang dijual tersebut dengan tidak meleset. Jika ternyata harga yang ditawarkan terlalu tinggi, Anda bisa menawarnya atau mencari rumah lain yang mau dijual.

Jangan terbawa emosi

jangan terbawa emosi

Tips bernegosiasi selanjutnya, yaitu jangan pernah membawa emosi dalam bernegosiasi dalam menentukan nilai harga jual sebuah rumah dengan seorang penjual rumah. Pasalnya, hal seperti itu tidak akan menguntungkan, meskipun Anda sangat menyukai rumah tersebut. berpikirlah secara obyektif saat ingin membeli sebuah rumah dengan mengetahui cocok tidaknya harga yang ditawarkan dengan kondisinya saat ini.

Jangan ragu untuk berkompromi

Perlu Anda ketahui bahwa sebuah negosiasi pada akhirnya harus menjalani kompromi antara penjual dan pembeli. Anda sebagai pembeli bersikaplah sefleksibel mungkin, tetapi tetap kendali di tangan Anda. Penawaran yang Anda sampaikan harus masih masuk akal agar sang penjual masih mau melepas sebuah rumah yang dijualnya.

Dasar penawaran dari cash flow

Saat Anda mengajukan sebuah penawaran, harus diperhitungkan terlebih dahulu untung ruginya. Jangan sampai Anda mengalami kerugian dengan membeli rumah dengan harga yang terlalu tinggi dengan patokan harga pasaran saat ini. Anda bisa membandingkan antara harga pasar, harga likuidasi, hingga harga transaksi. Dengan begitu, Anda dapat memperkirakan potensi cash back yang didapatkan. Selanjutnya, Anda bisa menghitung potensi cash flow.

Menentukan batas maksimal penawaran

Anda sebagai seorang konsumen yang cerdas harus menyiapkan terlebih dahulu segala sesuatunya sebelum bernegosiasi. Salah satunya, dalam menentukan batas maksimal harga penawaran. Namun, jika penjual tidak menerima batas maksimal yang sudah Anda tentukan, lebih baik hentikan saja negosiasi. Anda tidak akan mengalami kerugian, sementara sang penjual pasti akan berpikir berulang kali saat Anda tinggalkan.

Jangan menyebut harga lebih dulu

Jangan pernah Anda menyebut harga yang pertama, biarlan sang penjual yang menyebutkannya. Kendali ada di tangan Anda karena sebagai konsumen ibaratnya seorang raja atau ratu yang harus dilayani dengan sebaik-baiknya. Setelah menyebutkan harga, sang penjual pasti akan menanyakan penawaran dari Anda.

Menawarlah lebih rendah

Saat mengajukan penawaran, berikan angka yang lebih rendah dari harga transaksi yang diinginkan. Sebagai contoh, Anda ingin bertransaksi di angka Rp 1 miliar, ajukan saja harga penawaran di angka Rp 600 juta – Rp Rp 800 juta. Dengan begitu, ada rentang angka sekitar Rp 200 juta – Rp 400 juta yang bisa dinegosiasikan. Itulah beberapa tips bernegosiasi untuk Anda.