Tips bernegosiasi dengan penjual rumah atau agen properti perlu Anda ketahui informasinya. Hal itu dikarenakan seorang penjual rumah pasti akan menawarkan sebuah rumah dengan harga selangit. Dengan begitu, dirinya akan mendapatkan keuntungan yang tidak sedikit. Oleh karena itu, minimal Anda sebagai calon pembeli harus mengetahui berapa sebenarnya harga pasaran rumah dengan model dan tiper tertentu. Pasalnya, tiap tahun dipastikan produk properti yang bisa berbentuk tanah, rumah, apartemen, atau bangunan yang lain akan berubah nilai atau harga jualnya. Bisa naik atau turun tergantung dari nilai produk properti yang bersangkutan. Sementara itu, Suoriyadi Amir dalam bukunya “Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal” menuliskan beberapa tips bernegosiasi dengan penjual rumah. Apa saja tips yang diberikan? Berikut informasi yang bisa dirangkum untuk Anda.

Mengetahui harga pasar

Survei Harga Rumah

Untuk mengetahui cocok tidaknya harga sebuah rumah yang ditawarkan oleh seorang penjual atau agen properti, sebaiknya Anda mengetahui harga pasaran rumah tersebut. Tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi rumah, tipe, serta lokasi rumah tersebut akan dibeli. Dengan begitu, Anda bisa memperhitungkan dan memperkirakan harga rumah yang dijual tersebut dengan tidak meleset. Jika ternyata harga yang ditawarkan terlalu tinggi, Anda bisa menawarnya atau mencari rumah lain yang mau dijual.

Jangan terbawa emosi

jangan terbawa emosi

Tips bernegosiasi selanjutnya, yaitu jangan pernah membawa emosi dalam bernegosiasi dalam menentukan nilai harga jual sebuah rumah dengan seorang penjual rumah. Pasalnya, hal seperti itu tidak akan menguntungkan, meskipun Anda sangat menyukai rumah tersebut. berpikirlah secara obyektif saat ingin membeli sebuah rumah dengan mengetahui cocok tidaknya harga yang ditawarkan dengan kondisinya saat ini.

Jangan ragu untuk berkompromi

Perlu Anda ketahui bahwa sebuah negosiasi pada akhirnya harus menjalani kompromi antara penjual dan pembeli. Anda sebagai pembeli bersikaplah sefleksibel mungkin, tetapi tetap kendali di tangan Anda. Penawaran yang Anda sampaikan harus masih masuk akal agar sang penjual masih mau melepas sebuah rumah yang dijualnya.

Dasar penawaran dari cash flow

Saat Anda mengajukan sebuah penawaran, harus diperhitungkan terlebih dahulu untung ruginya. Jangan sampai Anda mengalami kerugian dengan membeli rumah dengan harga yang terlalu tinggi dengan patokan harga pasaran saat ini. Anda bisa membandingkan antara harga pasar, harga likuidasi, hingga harga transaksi. Dengan begitu, Anda dapat memperkirakan potensi cash back yang didapatkan. Selanjutnya, Anda bisa menghitung potensi cash flow.

Menentukan batas maksimal penawaran

Anda sebagai seorang konsumen yang cerdas harus menyiapkan terlebih dahulu segala sesuatunya sebelum bernegosiasi. Salah satunya, dalam menentukan batas maksimal harga penawaran. Namun, jika penjual tidak menerima batas maksimal yang sudah Anda tentukan, lebih baik hentikan saja negosiasi. Anda tidak akan mengalami kerugian, sementara sang penjual pasti akan berpikir berulang kali saat Anda tinggalkan.

Jangan menyebut harga lebih dulu

Jangan pernah Anda menyebut harga yang pertama, biarlan sang penjual yang menyebutkannya. Kendali ada di tangan Anda karena sebagai konsumen ibaratnya seorang raja atau ratu yang harus dilayani dengan sebaik-baiknya. Setelah menyebutkan harga, sang penjual pasti akan menanyakan penawaran dari Anda.

Menawarlah lebih rendah

Saat mengajukan penawaran, berikan angka yang lebih rendah dari harga transaksi yang diinginkan. Sebagai contoh, Anda ingin bertransaksi di angka Rp 1 miliar, ajukan saja harga penawaran di angka Rp 600 juta – Rp Rp 800 juta. Dengan begitu, ada rentang angka sekitar Rp 200 juta – Rp 400 juta yang bisa dinegosiasikan. Itulah beberapa tips bernegosiasi untuk Anda.